Resmob Polrestabes Semarang Berhasil Amankan Pelaku Pencurian Dengan Kekerasan

Monday, 09 April 2018

Unit Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Semarang di bawah pimpinan Kasubnit I Resmob Aiptu Janadi kembali berhasil menangkap kawanan perampok yang beraksi di Jawa Tengah dan Yogyakarta, kawanan perampok tersebut terdari 2 orang yaitu Erwin (40) warga Teluk Betuk, Bandar Lampung dan Amin (39) warga Leuwis Limus, Cikande, Serang, Banten mereka diamankan saat berada di salah satu hotel di Bandungan, Kabupaten Semarang, Selasa (03/04/2018) sekitar pukul 11.00 Wib.

Wakapolrestabes Semarang AKBP Enriko S. Silalahi SIK menyampaikan " Kedua pelaku tersebut dalam 3 bulan ini telah melancarkan aksinya di lima Kota Jateng dan DIY  di antaranya adalah di Magelang, Solo, Klaten, Yogyakarta dan Semarang. Di Semarang sendiri kedua pelaku sudah beraksi sebanyak 2 kali yaitu di selter BRT Jl.Setiabudi Banyumanik Semarang dan Jl.Tusam raya Banyumanik Kota Semarang, dalam aksinya di selter BRT Jl.Setiabudi Banyumanik Semarang korbannya adalah Sri Murtini (51) warga Batan Timur raya pelaku berhasil membawa kabur perhiasaan kalung, cincin, ponsel, serta uang sebesar Rp.5.000.000  sementara aksi yang kedua di  Jl.Tusam raya Banyumanik korbannya adalah Susi Kudarwati (69) warga Srondol Wetan dan berhasil juga membawa kabur perhiasaan tiga cincin emas, dua buah kalung emas, satu liontin dan uang sebesar Rp.3.000.000 milik korban."pungkasnya pada saat konfersi pers di lobi Polrestabes Semarang Kamis (05/04/2018) 01.00 Wib.

"Modus Operandi pelaku adalah dengan memanggil korban dari dalam mobil kemudian pelaku mengaku kalau pelaku adalah rekan korban, setelah korban percaya dan masuk dalam mobil pintu dikunci agar korban tidak bisa keluar kemudian korban dianiaya serta diambil barang berharganya kemudian korban di turunkan paksa dipinggir jalan tol. Kedua pelaku tersebut sudah merencanakan aksi ini dengan menyewa mobil rental supaya identitas pelaku tidak diketahui, yang bertugas sebagai eksekutor adalah Erwin (40) sedangkan Amin (39) bertugas sebagai sopir." imbuh AKBP Enrico S. Silalahi SIK.

Menurut pengakuan Erwin (40) barang hasil kejahatanya itu langsung dijual kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, akibat dari perbuatan tersangka keduanya dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian Dengan Kekerasan dan ancaman kurungan paling lama 9 tahun penjara.